Dinarspus Gelar Expo Kearsipan dan Perpustakaan Tahun 2019

Pembukaan expo dinarspus kab purbalingga tahun 2019 di buka oleh Ass 2 ( Assisten Ekonomi Pembangunan) Bpk Drs. Agus Winarno, M.Si

Selama tiga hari,dari Tanggal 16 s.d 18 September 2019 lalu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga menggelar perhelatan akbar, Expo Kearsipan dan Perpustakaan. Setidaknya ada 13 Stand mengikuti acara yang berlangsung di halaman komplek dinas tersebut.

Ke tigabelas stand yang unjuk karya, masing-masing dari Dinarpus, PGRI, Lanud JB Soedirman, MKKS SMP, SMA dan SMK, UMKM, serta Perpusdes dan TBM  hasil binaan Perpuseru Tahun 2017, 2018, dan 2019 serta Perusahaan Davos dan Rambut. Mereka menampilkan ciri khas kreativitas dan produk masing-masing yang mampu menarik minat pengunjung.

Di samping menampilkan stand-stand pameran, acara Expo juga diwarnai berbagai kegiatan lain, baik yang bersifat lomba, pembinaan, maupun peningkatan budaya literasi. Lomba Desain Stiker, diadakan untuk siswa-siswa SMK/SMA tingkat kabupaten Purbalingga, sedangkan untuk siswa SD/MI digelar Lomba Bercerita.Juara 1 Lomba bercerita akan menjadi wakil dari Kabupaten Purbalingga pada Lomba Bercerita Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020. Kegiatan pembinaan, dilaksanakan berupa ceramah bahaya narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga yang diikuti oleh siswa MTs Usriyah Purbalingga, Sosialisasi Etika Bermedia Sosial oleh Dinkominfo diikuti oleh siswa SMP Negeri 2 Purbalingga,dan BI Mengajar yang diikuti oleh Siswa SMA Negeri 1 Purbalingga dan MA Istiqomah Sambas,

Guna meningkatkan budaya literasi, dilakukan dua kegiatan utama, yaitu Bedah Buku dan Workhsop Menulis.

Bedah buku

Acara Bedah Buku menampilkan penulis muda Purbalingga yang sangat produktif dengan karya-karya yang sudah menembus penerbit nasional. Dia adalah Rokhmat Giorahmadhita, guru SDN 4 Pengadegan, Kecamatan Pengadegan. Pada kesempatan tersebut Rokhmat menyampaikan proses kreatif penuh liku yang dilaluinya. Ia juga mengisahkan bagaimana proses menembus penerbit mayor, yang sekarang mampu mendatangkan royalty untuk sumber pendapatannya.

Dari pengalaman menulis yang dikemukakannya, ternyata pemuda penduduk Dusun Kebumen, Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan itu, sudah memproduksi empat buku karya mandiri, enam buku karya berdua, dan sekitar 25 buku karya bersama. Sekarang juga sedang proses terbit sebuah buku, dan sedang ditulis dua buku lainnya. Fokus karya Rokhmat adalah novel anak yang mengandung pendidikan karakter.

Pada acara bedah buku tersebut, Rokhmat mengupas buku terbarunya berjudul “Teka-teki Warisan Kakek”, cerita misterius dengan setting di Kecamatan Rembang. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Indiva, Jakarta.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM serta Kepala Dinarpus, Dra Jiah Palupi Twihantarti, MM sangat mengapresiasi produktivitas Rokhmat dalam menulis. Bupati berharap agar apa yang dilakukan Rokhmat dapat menginspirasi guru lain di Purbalingga untuk menerbitkan buku hingga ke pasaran nasional.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas guru WB di SDN 4 Pengadegan ini, dengan harapan akan ditiru guru lain, sehingga gerakan literasi guru di Purbalingga akan semakin meningkat”, ujar Bupati.

Sedangkan Kepala Dinarpus meyakini, kegiatan Bedah Buku yang sangat menarik tersebut mampu meningkatkan semangat literasi di Kabupaten Purbalingga.

Pada saat yang sama, Sarjono,S.Pd,MSi Ketua PGRI Kabupaten Purbalingga mengharap gegap gempita ratusan guru Purbalingga yang selama ini menghasilkan buku lewat penerbit indie, agar dapat meningkatkan kualitas karyanya sehingga mampu menembus penerbit mayor.

Workhsop menulis diarahkan untuk guru-guru TK, dengan peserta 100 orang. Narasumber kegiatan ini adalah wartawan Suara Merdeka yang juga penulis dan sastrawan, Ryan Rachman. Menurut Ryan, guru TK harus mampu menulis baik artikel maupun buku, agar dapat meningkatkan kompetensi dan untuk berbagai ilmu kepada guru lain.

Penampilan stand

Selama tiga hari, pengunjung Ekspo Dinarpus terus mengalir, walau bertepatan dengan kegiatan UTS di sekolah. Banyak pelajar dan umum yang hadir mengunjungi stand-stand di luar jam sekolah. Akibatnya stand yang berjejer di sebelah kiri gedung Dinarpus penuh sesak.

Stand Dinarpus dengan tampilan buku-buku lawas dan sajian Kuiz Edukatif dengan aneka door prize sangat menarik pelajar. PGRI menampilkan buku-buku karya guru, foto kegiatan literasi, serta tampilan sampul buku yang siap launching 25 November 2019. Stand MKKS menampilkan karya guru, karya siswa, dan dokumen sekolah. Adapun Lanud JB Soedirman memukau pengunjung dengan Foto-foto dan sejarah berdirinya Lanud Wirasaba. Sedangkan stand Replikasi Perpuseru dari berbagai desa binaan Perpustakaan, menampilkan koleksi buku dan karya masyarakat.

Di luar itu, tampil pula binaan Bidang Kearsipan, seperti PT Davos dan beberapa produk UMKM. Semua stand tersebut diharap meningkatkan geliat dunia kearsipan dan perpustakaan di Purbalingga.

Pada upacara penutupan, Rabu (18/9) sore, diumumkan pemenang lomba, baik pembuatan stiker maupun stand terbaik.

Pemenang Lomba Stiker, Juara I-III masing-masing Destiana Nur Azizah (SMAN 1 Bukateja), Muhammad Ramdhani (SMK YPLP Purbalingga), Arif Zulfa Assa’adah (SMAN 1 Purbalingga). Juara Harapan I-III Diah Ayu Sri K (SMAN 1 Bobotsari), Adi Ari Saputra (SMKN Jateng), dan Hermawan Dwi Yulianto (MA TIK Sambas).

Stand Terbaik I-III, terdiri atas MKKS SMA, Lanud JB Sudirman, dan MKKS SMP. Harapan I-III, Dinarpus, MKKS MK, dan Limbah Pustaka Maju Jaya. Selain itu terpilih stand favorit, yaitu Perpustakaan Medan Ilmu, Kelurahan Kalikabong.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *