MENYEBAR VIRUS LITERASI DI KAKI GUNUNG SLAMET


Kutabawa, Serang,dan Karangreja. Jika mendengar nama-nama tersebut maka yang terlintas di pikiran warga Purbalingga adalah gunung slamet, suasana sejuk, rest area, bunga-bunga dan strawberry. Namun dibalik image Karangreja sebagai ikon pariwisata Purbalingga ada juga  sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan fasilitas buku bacaan yang bervariatif. Beberapa sekolah ini ada yang berlokasi di tempat yang mudah terjangkau, tapi ada juga yang berlokasi di tempat yang membutuhkan usaha ekstra untuk dijangkau.

                Bulan Agustus Tahun 2019 untuk kesekian kalinya kami kembali melaksanakan layanan pusling di wilayah kecamatan Karangreja. Namun kali ini ada yang spesial, pagi ini kedatangan kami disambut dengan kabut tebal sepanjang jalan dari Sangkanayu hingga Kutabawa. Mobil pusling berjalan dengan pelan dan hati-hati menembus kabut tebal Gunung Slamet. Hari ini tiga armada kami menjangkau ke tiga lokasi yaitu SD N 1 Kutabawa, SD N 2 Kutabawa dan SD N 5 Serang.

                Tiba di lokasi pertama yaitu SD N 1 Kutabawa, siswa-siswi yang sedang istirahat langsung menyambut kedatangan mobil pusling dengan pekikan gembira dan senyum tersungging di wajah. Dalam balutan kabut kami membuka mobil layanan pusling dan mulai membagikan buku. Meski sebagian besar siswa memakai jaket untuk mengusir hawa dingin, namun hal ini tidak menyurutkan semangat siswa untuk membaca di teras kelas. Ada yang membaca buku cerita nabi, membaca buku cerita bergambar, adapula yang lebih memilih membaca cerita rakyat Nusantara.

                Selesai melaksanakan layanan di lokasi pertama, kami pun melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua. Setelah masuk menyusuri jalan kecil jauh dari jalan raya utama, kami pun tiba di SD N 2 Kutabawa. Kali ini kami disambut oleh ibu guru karena siswa-siswi nya masih dalam jam pelajaran. Kami pun bersiap menurunkan buku-buku dari mobil untuk dibaca para siswa. Masih berbalut kabut, jam istirahat pun tiba dan siswa-siswi dengan gembira memilih buku sesuai minat. Meski jam sudah beranjak siang namun udara masih terasa dingin dan basah, Dan hebatnya para siswa tetap membaca buku-buku yang disiapkan dengan asyik sambil duduk beramai-ramai melingkar di teras sekolah.

                Lokasi ketiga yang dikunjungi mobil layanan pusling adalah SD N 5 Serang, sebuah sekolah dengan lokasi strategis tepat di pinggir jalan raya serang- kutabawa. Para guru dan siswa sangat senang dengan kedatangan mobil perpustakaan keliling. Para siswa sangat antusias dan senang membaca buku yang beragam. Harapan dari para guru semoga kegiataan pusling dapat terus berjalan terutama bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang perpustakaan sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *